Postingan

Kau

            Malam yang sunyi dan sepi membawaku dalam gelapnya awan dan membuatku merasa semakin kosong tanpa harapan. Sesekali terdengar suara obrolan pengunjung lain memecahkan keheningan ini. Aku masih disini dalam dekapan rindu yang menggebu dan semakin tidak terkendali. Aku terdiam dan mengingat kursi yang selalu aku duduki, kursi ini seakan sudah sangat mengenalku, bagaimana tidak? Kursi ini yang selalu menemaniku di setiap malam ketika aku memikirkanmu di tempat ini, tempat kita pertama kali bertemu. Suara decitan kursi ketika aku menggesernya sudah sangat khas di telinggaku. Aku memesan secangkir kopi manis tetapi mengapa tidak terasa manis dan hanya hambar yang bisa kurasakan. Kopi panaspun juga sudah berubah menjadi dingin. Apa yang salah dengan diriku? Aku membawa sebuah buku milikmu, ya… buku jurnalmu yang kau titipkan kepadaku saat itu. Semua cerita hidupmu kau tuliskan disini. Setiap tetes tinta yang kau gunak...

Amplop Merah Muda part 1

Amplop Merah Muda Jum’at, 22 September. “Dava yuk cepet, entar telat nih!” teriakku yang bergegas secepat mungkin berlari ke arah pintu gerbang sekolah. Dava adalah sahabatku dari seragam putih merah sampai sekarang putih abu-abu, rumah kita juga berdekatan, maka dari itu keseharian aku sepenuhnya bersama Dava.   Pagi ini, aku dan dava tidak terlambat lagi, karena setiap hari aku dan dava selalu terlambat padahal rumah kita dekat dari sekolah. “Syukur ya dav kita nggak telat lagi, gak kebayang deh kalau kita kena omelannya Bu Susi lagi, capek deh!” Aku dan Dava mulai berjalan dengan santai memasuki pintu gerbang sekolah, Dava yang berada di sebelahku tiba-tiba terdiam. “Dav, lo kenapa?” tanya aku, sekilas memperhatikan Dava. “Enggak, gue cuman lagi mikir” “Mikir apaan sih?” “Gue tadi ngaca Rin, kenapa sih tiap hari gue itu ganteng banget?” Aku menatap Dava dengan penuh kekesalan dan pergi meninggalkan Dava. “Karin… tungguin gue!” teriakan Dava yang berlari menu...