Amplop Merah Muda part 1
Amplop Merah Muda Jum’at, 22 September. “Dava yuk cepet, entar telat nih!” teriakku yang bergegas secepat mungkin berlari ke arah pintu gerbang sekolah. Dava adalah sahabatku dari seragam putih merah sampai sekarang putih abu-abu, rumah kita juga berdekatan, maka dari itu keseharian aku sepenuhnya bersama Dava. Pagi ini, aku dan dava tidak terlambat lagi, karena setiap hari aku dan dava selalu terlambat padahal rumah kita dekat dari sekolah. “Syukur ya dav kita nggak telat lagi, gak kebayang deh kalau kita kena omelannya Bu Susi lagi, capek deh!” Aku dan Dava mulai berjalan dengan santai memasuki pintu gerbang sekolah, Dava yang berada di sebelahku tiba-tiba terdiam. “Dav, lo kenapa?” tanya aku, sekilas memperhatikan Dava. “Enggak, gue cuman lagi mikir” “Mikir apaan sih?” “Gue tadi ngaca Rin, kenapa sih tiap hari gue itu ganteng banget?” Aku menatap Dava dengan penuh kekesalan dan pergi meninggalkan Dava. “Karin… tungguin gue!” teriakan Dava yang berlari menu...